-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Expand file tree
/
Copy pathpantun.json
More file actions
473 lines (473 loc) · 19.9 KB
/
pantun.json
File metadata and controls
473 lines (473 loc) · 19.9 KB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403
404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
428
429
430
431
432
433
434
435
436
437
438
439
440
441
442
443
444
445
446
447
448
449
450
451
452
453
454
455
456
457
458
459
460
461
462
463
464
465
466
467
468
469
470
471
472
473
[
{
"pantun": "Jalan-jalan lewat jembatan layang, waktu itu cuaca nya dingin. Semoga lo itu sayang, cuman itu yg gua ingin"
},
{
"pantun": "Hari ni sabtu besok minggu,disini aku menunggumu n sllu merindukanmu"
},
{
"pantun": "Makan beras merah sambil di goyang2. Kamu jangan marah krna hanya kamu yg ku saying"
},
{
"pantun": "Makan bubur masuk ke perut. Mentang besok libur kamu bobonya jangan larut."
},
{
"pantun": "merdeka tanggal tujuh belas, bukan merdeka tanggal tiga, saat cintaku kau balas, hidup didunia serasa disurga"
},
{
"pantun": "Masuk ke sekolah negeri, untuk mencari ilmu… Aku ingin jadi pelari, biar bisa lari” dipikiranmu…"
},
{
"pantun": "gulai masih ada di Jawa, dimasak pake santan kelapa, duhai kekasih belahan jiwa, tanpamu hidupku hampa"
},
{
"pantun": "Ada kebo pacaran sama onta. Ngapain hayo KEPO? Kalau bukan krn masih CINTA!"
},
{
"pantun": "pengen selalu pake jilbab, tapi disangsiin sama mama. kaulah satu-satunya penyebab, yang bikin aku terkesima"
},
{
"pantun": "Kantong plastik, isinya buah jambu | Sayang ku yg cantik, Yg selalu aku rindu"
},
{
"pantun": "good pagi – selamat morning. waktu sholat subuh sebentar lagi, ayo cepetan bangun darling"
},
{
"pantun": "pergi kota Batam, menemui kak Monica Nasution. jadi susah buat tidur malam, jika belum denger suaramu di telpon."
},
{
"pantun": "Buah pepaya buah mangga,ternyata setia itu susah juga"
},
{
"pantun": "Ada musang mkn batu, nyabut singkong di gondangdia. Cinta ku tak usang karna waktu, tpi cintaku kan gosong krna kau dan dia"
},
{
"pantun": "Yang jual bubur lagi beli jamu. Gak bisa tidur, bisanya mikirin kamu."
},
{
"pantun": "Gado-gado campur jamu, sok belagu nangkep linta. Gue ada kado buat kamu, sebuah lagu tentang cinta"
},
{
"pantun": "Ke Banyumas naik sepeda karena mudah. Senyum kamu ibarat emas, memperkaya hariku dengan indah."
},
{
"pantun": "beli roti di haiti, rasa tempe basi, hati-hati sahabat sejati, bisa jadi pacar sampe mati"
},
{
"pantun": "Makan nasi kuning di emut-emut, good morning untuk kamu yg di balik selimut"
},
{
"pantun": "minum air diruang tamu, hatiku mencair karena mu."
},
{
"pantun": "merdu burung dikandang, lebih merdu yg terbang diawan, rindu ingin memandang, wajah cantikmu yg menawan"
},
{
"pantun": "pergi ke Garut, ketemu kak Putri Kurniawati. pacar lagi cemberut, sumpah bikin ndak enak hati."
},
{
"pantun": "Barcelona menang lagi, Real Madrid tumbang, saat kau ucap selamat pagi, jiwaku serasa terbang"
},
{
"pantun": "Pukul empat lewat tujuh belas. Kalau sempat, boleh dong cinta ini di balas"
},
{
"pantun": "PakSodikin bawa batu. PakDadang pergi ke sawah. Milikin kamu emang Se-su-a-tu, membuatku slalu bilang ‘Alhamdulillah yah!"
},
{
"pantun": "Kekuburan sambil kejang2, kebayang hantu rambutpanjang. Gak mau liburan panjang, maunya disayang kamu sampe panjaaang."
},
{
"pantun": "pulang dari kaskus, mampir di jalan facebook. walau baru putus, aku ndak akan sampai terpuruk."
},
{
"pantun": "Makan tebu barengabang Aufar. Ada rasa rindu yang menggebu tiap namamu terdengar."
},
{
"pantun": "Hari ini hari sabtu, besok hari minggu | Bukalah pintu hatimu, karena sudah lama aku menunggu tuk jd kekasihmu"
},
{
"pantun": "yang ntar puasa sunnah kamis, selamat makan sahur. keinget senyummu yang manis, bikin aku susah tidur"
},
{
"pantun": "indah langit biru, dihiasi awan berwarna semu, hatiku jadi terharu, saat kamu mengagis kepadaku"
},
{
"pantun": "Beli sepatuh di warung jamu, anget2 hawa ruang tamu. Aku jatuh ke kamu karna dulu aku sayang banget ke kamu."
},
{
"pantun": "Celana katun, dipakai goyang” | Ini ada pantun, cuma buat kamu saying"
},
{
"pantun": "Makan pempek duduk nya gue pangku, kamu ga capek apa lari-larian di pikiranku???"
},
{
"pantun": "merdu kicau burung gelatik, tapi sayang didalam sangkar, kamu memang sungguh cantik, tapi sayang bapakmu sangar"
},
{
"pantun": "Pagi” goreng pisang, makannya nunggu dingin | Selamat pagi wahai kasih tersayang, senyumanmu g bisa aku lupain"
},
{
"pantun": "pagi-pagi minum kopi, tapi kopinya bau terasi, hidupku terasa sepi, jika kau tak ada disisi"
},
{
"pantun": "Majelis ta’lim, lagi duduk goyang” diatas pagar | Yuk bagi yg muslim, jum’atan dulu biar tambah disayang ama pacar"
},
{
"pantun": "pergi ke Bandar Lampung, ketemu kak Hellen Agustin. aku jadi bingung, jika kesalahanku belum kamu maafin."
},
{
"pantun": "setelah adzan maghrib adzan isya kita sembahyang, kamu sungguh ajaib mampu membuatku serasa melayang"
},
{
"pantun": "Makan ragi jadi sembelit. Selamat pagi yg mebuat hati ini sudah komplit"
},
{
"pantun": "Hendak gugur gugurlah nangka,jgn menimpa ranting pauh | Hendak tidur tidurlah mata, jgn mengenang orang yg jauh"
},
{
"pantun": "Pulang bertemu ibu ayah | bawa kotak warna merah || Meski harus susah payah | Semoga kasih ini takkan menyerah"
},
{
"pantun": "Kepala peyang rambutnya kribo. Adinda sayang met bobo"
},
{
"pantun": "Naek kebo, ke pondok indah. Buat yg bobo, mimpi indahNaek kebo, ke pondok indah. Buat yg bobo, mimpi indah"
},
{
"pantun": "sepandai2nya tupai merangkak, pasti akan jatuh juga, sepandai2nya kamu menolak, pasti akan jd pacarku juga"
},
{
"pantun": "motoGP sirkuit Brno, Valentino Rossi start di grid enam. hai para jomblo, selamat malam"
},
{
"pantun": "Itik japun di kali makan kolak, dalam goa makan gula merah. Walaupun seratus kali lo tolak, gua ga akan pernah nyerah"
},
{
"pantun": "Menunggangi unta di kala senja. Aku mengenal cinta, semenjak Tuhan membuatmu tercipta"
},
{
"pantun": "Pohonnya rubuh karena goyang. Buruan subuh terus tidur lagi ya saying"
},
{
"pantun": "Makan tomat badan jadi meriang.Selamat makan siang."
},
{
"pantun": "Sikat gigi di pakai keledai, selamat pagi saturday."
},
{
"pantun": "tak ada siang tanpa adanya pagi, haii sayang, selamat pagi"
},
{
"pantun": "malem malem liat bulan, sambil duduk diatas bangku. engkau bagaikan nelayan, yg mampu menjaring hatiku"
},
{
"pantun": "Mata lebam kena air asih. Selamat malam duhai kekasih."
},
{
"pantun": "Ke pasar kota, mau beli tinta. Beribu-ribu wanita, hanya satu yang kucinta"
},
{
"pantun": "Main selang sambil makan kelapa. Kamu sedang apa dan lagi apa?."
},
{
"pantun": "Pantai Setangi letaknyadi Lombok Utara. Hey kamu yang wangi, udah punya pacar atau belum ya?"
},
{
"pantun": "Kepala botak makan kacang, minum nya harus jamu | Jantung ku berdetak semakin kencang, saat berada disisimu"
},
{
"pantun": "Malem ini malem jumat, paling enak baca buku | Kangen ku lagi kumat, ku ingin kamu berada disisiku"
},
{
"pantun": "Pergi ke kebun memanen kacang\nJalan ke kebun lewati aspal\nPemilik rambut terurai panjang\nBolehkan kita saling kenal ? "
},
{
"pantun": "Buah salak buah delima\nAda banyak wanita cantik hanya Kamu yang aku cinta "
},
{
"pantun": "Jalan – jalan ke Kota Ratu\nbeli roti berisi bulu\nMari cantik kita bersatu\nmenjalin cinta di depan penghulu"
},
{
"pantun": "Ada wanita yang rambutnya sebahu\nternyata dia seorang penjual jamu\nHari ini kau harus tahu\naku tak bisa hidup tanpa cintamu"
},
{
"pantun": "Ibu-ibu sukanya ngebatik\nkalau bapak-bapak sukanya rebana\nkau wanita yang paling cantik\nyang dapat membuatku terpana"
},
{
"pantun": "Jauh-jauh ke Negeri Cina\nhanya untuk mencari ilmu\nNamamu saja sudah sangat mempesona\napalagi dengan senyummu "
},
{
"pantun": "Kalau Kamu jago lukis\ncoba lukis ikan hiu\nKalau Kamu jago Bahasa Inggris\ncoba tulis i love you untukku "
},
{
"pantun": "Naik motor sama mama papa\npakainya motor matik\nEeee tadi aku pikir siapa\nTernyata adinda yang cantik"
},
{
"pantun": "Tak usah menggurui\ndia itu kepala suku\nPerlu kamu ketahui\nkamu adalah semangat hidupku"
},
{
"pantun": "Cinta itu bermula dari mata\ndan terkadang tertulis sampai ke buku\nKau bagaikan nelayan cinta\nyang selalu menebar benih-benih cinta di hatiku"
},
{
"pantun": "Minum sekoteng hangat rasanya\nminum segelas ada yang minta\nLaki-laki ganteng siapa yang punya?\nBolehkah aku jatuh cinta"
},
{
"pantun": "Jalan-jalan pakai motor matik\nsambil bawa bekal telur dadar\nKau hari ini tampak begitu cantik\nsampai melebihi Jesika Iskandar"
},
{
"pantun": "Makan ayam lalapannya kemangi\ntetapi jangan lupa bersihin kuku\nTak ada wanita lain yang aku sayangi\nhanya kamulah wanita yang mengisi hatiku"
},
{
"pantun": "Sapu rumah hingga bersih\natapnya satu dibawa pergi\nTatap mataku wahai kekaih\ncintaku satu tak terbagi-bagi"
},
{
"pantun": "Kau bagaikan sebuah jalan\nyaitu sebuah jalan yang berliku-liku\nBagiku kau adalah rembulan\nyang bersinar terang menyinari hidupku"
},
{
"pantun": "Tubuhmu begitu lentik\npasti kamu sering minum jamu\nBagi oranglain mungkin kau tidak terlalu cantik\ntapi bagiku tidak ada yang secantik dirimu"
},
{
"pantun": "Laki-laki itu bukan saya\ntetapi itu adalah sahabatku\nBapak kamu seorang pencuri ya\nsoalnya kau telah mencuri hatiku"
},
{
"pantun": "Beli buku isinya tebal\nhabis itu membeli buku\nIni serius loh bukan gombal\nmau nggak jadi pacarku "
},
{
"pantun": "Meski hanya sebuah jambu\ntetap bisa dibuat jamu\nMeski jarang kita bertemu\ncintaku tetap hanya untukmu"
},
{
"pantun": "Pagi-pagi enaknya makan roti\nkarena setelah itu harus pergi menuntut ilmu\nKamu jangan berkecil hati\nkarena hatiku hanya untukmu"
},
{
"pantun": "Manusia dibagi menjadi dua jenis\nserta ada yang muda dan ada yang tua\nKau hari ini tambak begitu manis\nsampai-sampai melebihi manisnya Gita Gutawa"
},
{
"pantun": "Naruh uang di dalam saku\nsakunya sobek gara-gara kena kuku\nJangan sampai kau mengkhianatiku\nkarena hanya dirimu yang ada di hatiku"
},
{
"pantun": "Punya istri cuma satu\ndia malah seorang penjual jamu\nAku ingin ungkapkan sesuatu\nyaitu aku ingin mendapatkan cinta yang tulus darimu"
},
{
"pantun": "Gula pasir lebih manis gula jawa\nbuah mahoni lebih pahit dari jamu\nHatiku ini takkan mendua\nkarena hati ini telah jadi milikmu"
},
{
"pantun": "Jalan-jalan ke negara Inggris\nbanyak gedung berbaris-baris\nAku rela ditusuk ditusuk keris\ndemi cintakmu kepada Adinda yang manis"
},
{
"pantun": "Rendah terbangnya si kupu-kupu\nHinggap tenang di tali jemuran\nHati tergerak mulut malu\nKarena ingin sekali berkenalan "
},
{
"pantun": "Lihat Messi mencetak gol\ntiba-tiba datang seorang tamu\nAku ingin menjadi borgol\nsupaya dapat memborgol cintamu"
},
{
"pantun": "Makan soto di Surabaya\nkalau jomblo boleh kenalan nggak ya "
},
{
"pantun": "Hobiku itu menyelam\nketika menyelam pasti aku mengajak teman minimal satu\nAku ingin sekali kamu tenggelam\ntenggelam di dalam hatiku"
},
{
"pantun": "Buat sangkar harus pakai paku\nsebelum buat sangkar enaknya minum jamu\nTidak ada wanita lain di hatiku\nkarena hatiku hanya untukmu"
},
{
"pantun": "Jalan-jalan ke Ciamis\nKangan lupa membeli Rambutan\nUntuk adinda yang berwajah manis\nBolehkah abang kenalan ? "
},
{
"pantun": "Wahai seruling buluh perindu\nsuaranya memikatku\nWahai gadis pujaanku\naku sangat cinta kamu"
},
{
"pantun": "Air arak diharamkan\nkarenanya banyak nyawa melayang\nMeskipun jarak memisahkan\nsemua itu bukan penghalang"
},
{
"pantun": "Di Jam Gadang banyak Badut\nMembuat anak-anak jadi gembira\nPria mana yang tak terpincut\nIngin kenal denganmu sang jelita"
},
{
"pantun": "Paling banyak burung gelatik\ndi atas terbang melayang\nMemang banyak wanita cantik\ncuma engkau yang aku sayang"
},
{
"pantun": "Sabtu pagi beli pasta gigi\nlalu siangnya beli kacamata\nHey Kamu"
},
{
"pantun": "Air itu suka diobaok-obok\nhabis diobok-obok terus diminumkan ke sapi\nHabis mandi langsung bobok\nsupaya bisa cepet ketemu kamu di dalam mimpi"
},
{
"pantun": "Jangan pegang duri Mawar\nDurinya sungguh tajam sekali\nMelihat adik rindu tertawar\nSiapa namamu si pelita hati ? "
},
{
"pantun": "Langit biru terlihat sendu\nwarna hijau biru dan semu\nJarak jauh tumbuhkan rindu\ningin selalu dekat denganmu"
},
{
"pantun": "Di semak ada kemumu\nHinggap di daun bunganya biru\nHai adek berjilbab biru\nHati tergerak ingin tahu namamu"
},
{
"pantun": "Makan nasi ditemani bakwan\nMinumnya dengan air susu\nWahai nona cantik rupawan\nBolehkan aku tahu namamu ? "
},
{
"pantun": "Nunggu angkot di belokan\nNaik angkot bertemu kamu\nIngin segera ku ungkapkan\nRasa cinta ini kepadamu "
},
{
"pantun": "Ikan nila berenang di kolam\nair kolam amatlah dalam\nDari lubuk hati terdalam\nkuucapkan selamat malam "
},
{
"pantun": "Bunga kembang jangan dipetik\nNanti tak lagi indah menawan\nUntuk kamu yang berwajah cantik\nBolehkah kita berkenalan ? "
},
{
"pantun": "Kupu-kupu hingga di alis\nLetakkan kepala di atas bantal\nUntuk kamu pemilik senyum manis\nTak tertahan lagi ingin mengenal"
},
{
"pantun": "Kalau nembak cewek jangan pakai senapan\nberilah dia buah duren\nAku memang bukan orang yang tampan\ntetapi aku imut-imut dan keren"
},
{
"pantun": "Aceh terkenal si Bungong Jeumpa\nDijadikan pengiring Tari Saman\nAdik cantik siapa yang punya\nBolehkan kita untuk berkenalan ? "
},
{
"pantun": "Kemarin aku habis dilempar batu\nternyata yang nglembar batu itu ikan hiu\nSebenarnya aku ingin katakan sesuatu\nyaitu I love you"
},
{
"pantun": "abangku ganteng\nNeng di sini setia menunggu"
},
{
"pantun": "Patah dahan disambungkan\nhendak hati disatukan\nKepada Tuhan kita mohonkan\nagar cepat dipertemukan"
},
{
"pantun": "Aku itu sulit dalam menghafal\nsoalnya aku males baca buku\nKau bagaikan sebuah kapal\nyang berlabuh di hatiku"
},
{
"pantun": "Kau seperti sekuter matic\nyang sering dinaiki si Nita\nBagiku kau wanita cantik\nyang dapat membuat semua laki-laki jatuh cinta"
},
{
"pantun": ""
},
{
"pantun": "Api kecil dari tungku\napinya kecil habis kayu\nSudah lama kutunggu-tunggu\nkapan kamu bilang I love you"
},
{
"pantun": "Buah salak buah duku\ntidak bisa dibuat jamu\nBila kau belah dadaku\nakan kau temukan tulisan namamu"
},
{
"pantun": "Jilbab putih dan abu-abu\nDipakai dengan indahnya gamis\nBolehkah ku tahu namamu\nUntuk kamu yang senyumnya manis"
},
{
"pantun": "Sebelum Adzan Tabuh di pukul\nMarilah shalat perbanyak amal\nUntuk kamu bergigi gingsul\nHati bergejolak ingin mengenal"
},
{
"pantun": "Udah bikin janji malah lupa\ntapi aku tidak akan lupa dengan cita-cita\nAku memang tidak bisa memberimu apa-apa\nkarena yang bisa ku beri hanya kasih sayang dan cinta"
},
{
"pantun": "Rajin olahraga bikin tubuh sehat\njangan lupa sarapan dulu\nbangun pagi sungguh semangat\nkalau ingat senyum manismu "
},
{
"pantun": "Beli kain warnanya merah\ndari kediri pakainya batik\ndigodain jangan marah\nsalah sendiri punya wajah cantik "
},
{
"pantun": "Orang itu bukanlah hantu\ntapi orang itu adalah tamu\nAku ingin menjadi kunci pintu\nsupaya aku dapat membuka pintu hatimu"
},
{
"pantun": "selamat pagi\niya Kamu yang aku cinta "
},
{
"pantun": "Undur undur nabrak tukang jamu\naku gak bisa tidur nih mikirin Kamu "
},
{
"pantun": "Bagiku kau itu setangkai kembang\nkembang yang tak akan pernah jemu\nAku ingin menjadi kumbang\nsupaya bisa sering hinggap di pelukmu"
},
{
"pantun": "Ada burung gagak dan penyu\nKamu tau nggak aku rindu pengen ketemu "
},
{
"pantun": "Berlabuh orang menunggu\nhendak berlayar ke Siantar\nKalau jauh terasa rindu\njika berjumpa terasa sebentar"
},
{
"pantun": "Makanan busuk memang bau\nbila dimakan rasanya pahit seperti jamu\nSebenarnya ku ingin kau tau\naku tak bisa hidup tanpa cintamu"
},
{
"pantun": "Barang itu adalah barang yang antik\ntadi penjual barang antik tersebut datang kesini bertamu\nBerjuta-juta wanita yang cantik\ntiada wanita cantik selain dirimu"
},
{
"pantun": "Naik sepeda jalan ke kota\njangan lupa memakai topinya\nMaksud hati ingin berkata\nbiarlah tulisan ini menjadi wakilnya "
},
{
"pantun": "Peganglah kayu yang tak rapuh\nAgar sampai engkau ke tuju\nSebelum adik pergi menjauh\nLebih baik kita berkenalan dulu"
},
{
"pantun": "Ada ayam ada itik\nBerjalan sambil mengangguk-angguk\nSelamat malam wanita cantik\nKenalan yuuk"
},
{
"pantun": "Burung dara dimakan hama\nburung dara makan jamu\nAku rela dipenjara lama\nasalkan tempat itu di hatimu "
},
{
"pantun": "Daging ayam dibuat gulai\nbuat dimakan kita nanti\nDirimu seorang yang ternilai\ntakkan pernah bisa diganti"
},
{
"pantun": "Naik kereta mereknya Honda\npergi selayang ke tempat hadapi\nBila cinta mekar di dada\nsiang malam terbawa mimpi "
},
{
"pantun": "Seribu bebek di kandang singa\nhanya satu berwarna belang\nBeribu cewek di Indonesia\nhanya engkau yang aku sayang"
},
{
"pantun": "Ku ajak pergi ke pantai kau tidak mau\nsoalnya aku ingin berdua denganmu\nSaat ini yang perlu kau tau\nku tak bisa hidup tanpa dirimu"
},
{
"pantun": "Bawa paku dipukul batu\ndicampur jamu di atas tungku\nberibu wanita yang mencariku\nhanya Kamu yang aku tunggu "
},
{
"pantun": "Tante cantik jualan jamu\njamu diminum rasa mengkudu\nMeski kita jarang bertemu\ncintaku hanyalah untukmu "
},
{
"pantun": "Bawa rantang isinya nasi\nnasi dimakan dibagi rata\nBiarlah bintang yang menjadi saksi\nuntuk mengawali cinta kita "
},
{
"pantun": "Pergi ke sungai mandikan gajah\nGajah bersih di hari petang minggu\nAduhai manisnya kamu punya wajah\nBolehkan abang mengenal dirimu ? "
},
{
"pantun": "Air hangat air soda\ntaruh dibangku buang sekali\nkehadiranmu sungguh menggoda\nmembuat hati semangat kembali "
},
{
"pantun": "Kau bagaikan sebuah jari-jari\nyang memegang erat sebuah paku\nKau sama seperti pencuri\nyang telah mencuri hatiku"
},
{
"pantun": "Bunga itu bunga mawar\nsering ditaruh sebagai hiasan saku\nAku ingin menjadi trotoar\nsupaya kau dapat berjalan dengan mudah ke hatiku"
},
{
"pantun": "Kamu Prancis aku Belgia\nKamu yang manis siapa yang punya "
},
{
"pantun": "Jalan-jalan ke negara Inggris\nbanyak gedung berbaris-baris\nAku rela ditusuk ditusuk keris\ndemi cintakmu kepada Adinda yang manis "
},
{
"pantun": "Kau seperti sekuter matic\nyang sering dinaiki si Nita\nBagiku kau wanita cantik\nyang dapat membuat semua laki-laki jatuh cinta "
},
{
"pantun": "Waktu daftar hari terakhir\nwaktu terasa banyak terbuang\nKamu nggak perlu khawatir\ncintaku hanya untukmu seorang"
},
{
"pantun": "Air mawar di dalam cangkir\ndisimpan kendi di bawah parang\nSedari awal hinggalah akhir\nsayangku tercurah untukmu seorang"
},
{
"pantun": "Mengapa ada telaga\nkarena air yang mengisi\nMengapa ada cinta\njika dirimu tak dapat kumiliki "
},
{
"pantun": "Jalan ke medan berliku-liku\nTapi tidak ada begal\nNasib ke depan tak ada yang tahu\nAlangkah baiknya kita saling mengenal"
},
{
"pantun": "Juragan pisau makan buah\neh buah kotor terkena tinta\njanganlah resah dan jangan gundah\nkarena rindu ini bumbu cinta "
},
{
"pantun": "Ayam goreng setengah mateng\nbelinya di depan tugu\nAbang sayang"
},
{
"pantun": "Jalanan lagi lancar\nitu adalah sebuah berkah\nAku bukan nyari pacar\ntapi nyari yang mau diajak nikah"
},
{
"pantun": "Jikalau ikan di dalam kolam\nbunganya tumbuh di tengah taman\nJikalau cintaku sudah mendalam\njaraknya jauh tak ku hiraukan"
},
{
"pantun": "Bagaimana memanjat pohon randu?\nTangan di atas kaki ke hulu\nBagaimana hati tak rindu?\nPacarnya lembut suka melucu"
},
{
"pantun": "Makan nasi sama sekoteng\nminumnya minum jamu\nAku memang bukan orang ganteng\ntapi hatiku ini tulus untukmu"
},
{
"pantun": "Bawa paku dipukul batu\ndicampur jamu di atas tungku\nCintaku cukuplah satu\nuntuk kamu sepanjang waktu"
}
]